Antropologi Teori and my experience in applied

 

Bab I

Pendahuluan

           

Teori  antropologi I dan II adalah mata kuliah yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa jurusan antropologi sosial Universitas Sumatera Utara yang dibawakan oleh kakak Sri Alem. Mata kuliah ini merupakan kumpulan teori dari para tokoh antropologi sebelumnya. Sebut saja sebagai contoh, J.G Frazer dengan teori tentang religi, J.J Bachoven dengan teori evolusi keluarga manusia, dan berbagai teori antropologi lainnya. Namun dari berbagai teori antropologi yang ada dan telah dipelajari yang lebih menarik perhatian saya adalah teori tentang religi dan sejarah persebaran kebudayaan. Sebab dengan adanya teori tentang religi ini saya jadi bisa tahu bagaimana awalnya religi ini timbul dan bagaimana keadaan dari religi tersebut pada saat ini. Namun selain teori tersebut masih ada berbagai teori lainnya yang pada saat ini masih sangat berpengaruh dalam ilmu antropologi dan relevan dengan kehidupan saat ini meskipun sebenarnya ada beberapa teori yang sudah mulai ketinggalan zaman dan sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan masyarakat saat ini.

Kadang dalam proses belajar tiap orang rasanya tidak lepas dari rasa bosan dan malas bahkan rasa tidak senang terhadap pengajar sendiri. Rasa bosan ini kadang timbul pada saat kita terlalu lelah sehingga perasaan bosan dan tidak senang ini timbul dari dalam diri kita, untung rasa bosan dan tidak senang ini tidak sampai berlarut-larut sehingga tidak menimbulkan suatu masalah yang serius antara mahasiswa dan dosennya.

 

I.1 Dosen dan materi Teori antropologi I dan II

            Beruntung rasanya punya dosen yang eksis dalam menyampaikan materi mata kuliahnya. Sehingga pada saat kita belajar sejarah Teori antropologi ini kita tidak terlalu merasa terpaksa sekali belajarnya (mengingat TA I dan II adalah mata kuliah wajib) karena kadang ada orang yang merasa bosan untuk belajar suatu sejarah teori, dalam hal ini termasuk saya sendiri. Sehingga sedikit banyak materi yang telah disampaikan oleh dosen boleh dibilang telah kita pahami, meski terkadang sebagian dari meteri yang telah disampaikan sempat terlewatkan. Yah tidak terasa empat bulan telah terlalui dan semester III telah dijalani, berarti ujian semester akan segera dimulai. Uh…. Cape deh baru dua  bulan belajar udah mesti ujian lagi.

Rasanya segala sesuatu yang dipelajari itu pasti ada maksud dan tujuannya, jadi kira- kira apa saja ya yang menjadi tujuuan dari belajar teori antropologi ini. Menurut saya yang menjadi tujuan dari mempelajari teori ini adalah membantu para mahasiswa antropologi dalam menentukan, membuat suatu sudut pandang dalam memahami kondisi yang menjadi tujuan dasar dan pokok bahasan dari kuliah antropologi ini. Sehingga nantinya pada saat mahasiswa sedang berada dalam suatu usaha penelitian, kajian penelitiannya tidak melenceng dari focus bahasan antropologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab II Teori antropologi I dan teori antropologi II

 

Teori Antropologi I

            Teori antropologi satu adalah mata kuliah  yang wajib diikuti oleh mahasiswa antropologi semester II dalam mata kuliah teori antropologi I ini kita akan dikenalkan dengan teori dari para tokoh antropologi dan berbagai teori mereka, misalnya teori tentang Evolusi kebudayaan, Manusia asal mula dan evolusi manusia, Teori mengenai azas religi dan berbagai teori lainnya yang sangat menarik. Namun dari berbagai teori yang ada, ada beberapa teori yang  sangat berkesan dalam diri saya. Diantaranya adalah teori tentang manusia asal-mula dan evolusi manusia, teori tentang religi, asal mula keluarga manusia dan berbagai teori lainnya.

 

Masalah asal mula dan evolusi manusia

            Dalam teorinya tentang asal manusia Charles Darwin menyatakan bahwa semua bentuk mahluk hidup dan jenis mahluk yang kini ada didunia dipengaruhi oleh berbagai macam proses alamiah, berevolusi, dan berkembang sangat lambat dari bentuk-bentuk yang sangat sederhana (mahluk sel satu) menjadi beberapa jenis baru yang lebih kompleks. Mahluk-mahluk jenis baru itu masing-masing berevolusi juga menjadi jenis-jenis baru yang bertambah kompleks lagi, dan demikian seterusnya hingga dalam jangka waktu beratus-ratus juta tahun terjadilah jenis mahluk yang paling kompleks seperti kera dan manusia.

            Teori ini merupakan salah satu dari teori antropologi yang paling menarik perhatian saya karena teori ini memberikan suatu jawaban tentang asal-usul dan evolusi manusia dan sekaligus juga menimbulkan berbagai pertanyaan dalam diri saya yaitu mengenai apakah evolusi pada manusia dan mahluk hidup itu masih berlanjut atau sudah berakhir, apabila evolusi itu sudah berakhir apakah kondisi yang terjadi pada manusia pada saat ini merupakan bagian dari evolusi atau tidak. Jika yang terjadi dengan kondisi manusia saat ini bukan merupakan bagian dari evolusi apakah ini berarti bahwasanya evolusi itu sudah berakhir pada satu titik tertentu.

 

 

Teori-teori mengenai azas Religi

            Dalam teori ini dipaparkan mengenai bagaimana religi itu timbul dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap masyarakat. Menurut teori tentang azas religi, religi itu timbul karena ada berbagai sebab diantaranya karena adanya rasa takut, heran dan takjub akan adanya kekuatan dahsyat diluar diri manusia yang mereka dapati ketika mereka tidur dan bermimpi, dan sebagai fungsi social untuk mengintensifkan solidaritas kelompok dalam masyarakat.

            Dengan melihat berbagai teori yang ada tentang timbulnya suatu religi itu saya mempunyai suatu pendapat tentang mengapa ada orang yang percaya dan tidak percaya terhadap agama. Adapun yang menyebabkan adanya orang yang tidak mempercayai agama/mau beribadah dan tidak adalah karena pada dasarnya dia beranggapan bahwa agama itu mempunyai tujuan untuk menciptakan keamanan dan kentetraman dalam kehidupan manusia, sehingga yang menentukan rasa tenteram dan aman dalam hidup  itu bukan agama A atau agama B melainkan diri manusia itu sendiri dalam kehidupan sosialnya. Sehingga dalam hal ini agama hanya sebagai pemberi arah dan petunjuk tentang bagaimana bersikap dan bertindak dalam dalam kehidupan masyarakat untuk mencapai keselamatan didalam hidup.

 

Konsep Kruyt tentang Animesme dan Spiritisme

            Kruyt dalam teorinya menuturkan bahwa manusia pada zaman kuno itu percaya tentang adanya suatu zat halus yang memberi kekuatan hidup dan gerak kepada banyak hal dialam semesta ini. Oleh Kruyt zat halus ini terutama terdapat didalam beberapa bagian tubuh manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan, tetapi seringkali juga dalam benda. Menurut Kruyt bagian tubuh manusia yang banyak mengandung zielestof adalah : kepala, rambut, kuku, isi perut, pusat, gigi, ludah, keringat dan air mata. Orang dapat menambah zielostof-nya dengan makan dan minum zat-zat tertentu yang mengandung zielestof. Apakah kepercayaan terhadap adanya zilestof ini hanya berlaku pada masyarakat kuno zaman dulu?

            Dengan teori ini kita dapat membuat suatu asumsi bahwasanya kepercayaan terhadap adanya kekuatan gaib dalam suatu benda itu tidak hanya berlaku pada manusia zaman kuno namun pada manusia masa kini. Hal ini dapat kita lihat dari adanya orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan diluar kemampuan manusia biasa pada umumnya, seperti kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit diluar medis atau dalam bahasa sehari-harinya disebut santet. Salah satu bukti nyata yang saya pernah ketahui tentang masih adanya kekuatan ini  adalah pada saat salah satu dari orang tua teman saya mengalami suatu penyakit yang aneh, saat itu kondisi orang tua teman ini sungguh sangat memprihatinkan hingga harus dibawa berobat kedokter. Namun setelah diperiksa, tidak ada  penyakit yang diderita oleh orangtua siteman hingga akhirnya salah satu dari keluarganya memberi saran untuk dibawa berobat kepada orang paham akan penyakit seperti ini. Setelah dibawa berobat tidak berselang lama kondisi orangtua siteman mulai membaik. Dan  menurut penuturan teman ini ketika orangtuanya tersebut diberi minum ramuan yang dibuat oleh orang yang paham akan penyakit tersebut dan didoakan, dari tubuh orang tuanya keluar rambut dan pasir. Lalu bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Hal ini merupakan suatu keadaan yang sulit untuk dijelaskan dengan  akal pikiran. Namun teori dari Kruyt ini memberi suatu pandangan bahwasanya didalam alam ini memang masih terdapat suatu hal yang masih belum dapat dijelaskan dengan akal pikiran manusia dan bahkan mungkin dengan kemampuan teknologi yang ada pada saat ini.

            Lalu bagaimana dengan kepercayaan terhadap adanya roh ini? Saya secara pribadi percaya akan adanya roh. Karena saya sendiri telah pernah mengalami akan adanya roh ini. Saya mengalami fenomena ini pada saat saya berada di kos dan pada saat mengikuti PKL I. Saat di kos saya mengetahuinya ketika teman saya membangunkan saya yang sedang tidur untuk mendengarkan ada tidaknya suara aneh dari luar kamar, ketika kami coba untuk mendengarkan dengan serius, kami mendengar adanya suara seorang wanita menangis dengan nada yang menyedihkan. Paginya kami coba untuk menanyakan ada tidaknya anak kos yang lain yang mendengar suara tersebut, namum tidak ada satupun yang mendengar suara tersebut. Namun yang mengalami hal seperti ini bukan hanya kami karena sebelumnya mereka juga sudah pernah mengalami kejadian  yang sama seperti yang kami alami. Pengalaman kedua saya adalah ketika saya PKL didesa Sembahe, saat itu kami baru habis briefing bersama anak Karang Taruna setempat dan  malam sudah sangat larut. Pada saat akan istirahat, kira-kira jam 2 malam saya mendengar adanya suara seorang ibu yang menagis dan kira-kira beberapa menit kemudian disambung dengan tangisan bayi, saat itu saya sempat berpikir bahwa itu mungkin hanya tangisan biasa saja namun setelah saya coba untuk pikirkan dan pertimbangkan apa yang menyebabkan seorang wanita dan bayi malam-malam begini menangis dengan suara pilu begitu sementara disekitar jambur tempat kami tidur tidak  da sesuatu yang menyedihkan (asdos dengar juga nggak yah) . Jadi apa gerangan ini apa ini suara manusia atau….

 

Teori difusi Kebudayaan

            Mengenai gejala persamaan kebudayaan ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa persamaan dari kebudayaan itu disebabkan karena tingkat yang sama dipermukaan bumi, mungkin dalam hal ini yang dimaksud dengan persamaan adalah persamaan dalam hal berpikir, membuat suatu alat dan lain-lain. Selain pendapat diatas ada juga suatu pendapat yang menyatakan bahwa gejala persamaan unsur-unsur kebudayaan diberbagai tempat disebabkan karena persebaran atau difusi dari unsur-unsur itu ketempat/daerah lainnya. Persebaran ini dapat terjadi sebagai akibat dari aktifitas yang dilakukan oleh manusia, misalnya ketika beberapa orang berdagang kesuatu daerah dengan membawa alat-alat, barang hasil produksi local mereka. Sementara daerah yang didatangi tidak menolak produk kebudayaan yang dibawa oleh pendatang tadi maka dalam hal ini proses difusi telah terjadi dengan baik tanpa adanya suatu pemaksaan. Dan pada saat kebudayaan baru tersebut diterima oleh oleh masyarakat setempat maka proses akulturasi kebudayaan dapat berjalan dengan baik. Sebagai akibat dari akulturasi ini maka alat, produk dari hasil kebudayaan masyarakat pendatang juga turut diterima tanpa harus meninggalkan kebudayaan lama.

            Dengan mengacu pada teori difusi kebudayaan diatas, saya jadi teringat pada teman saya yang bersuku Karo. Pada saat itu kami  sedang berdebat tentang Karo itu masuk suku Batak atau merupakan suku diluar suku Batak, saat itu dia menyatakan bahwa mereka dalam hal ini Karo bukan merupakan orang Batak tetapi orang Karo. Kemudian saya menanggapi bahwa suku Karo itu masuk kedalam Suku Batak, namun dia tetap tidak mau menerima pendapat tersebut. Saya sendiri merasa bingung apakah memang orang Karo itu masuk suku Batak atau tidak, namun dengan melihat persamaan yang ada seperti adanya marga pada Batak Toba yang sama dengan marga orang Karo, adanya system kekerabatan yang sama,  saya memiliki suatu pendapat bahwasanya orang Karo itu masuk suku Batak dalam hal ini Batak Karo.

 

Teori Antropologi II

Decision Making Process (DMP)

            Dalam proses pembuatan keputusan terdapat tiga elemen yang merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lainnya yakni :

1. Analisis pengambilan keputusan :Pengambil keputusan dapat menjelaskan dengan rinci bagaimana orang memilih, mengungkapkan apa saja yang mereka pertimbangkan dalam pilihan itu

2. Asumsi dasar : Pilihan rasional yang dapat memberi kepuasan kepada pengambil keputusan

3. Keputusan yang rasional : keputusan rasional meski pengetahuan tentang apa yang diputskan tersebut terbatas dan hasilnya tidak pasti

Dalam ilmu antropologi analisis pengambilan keputusan dilihat sebagai suatu interaksi antara siaktor pengambil keputusan dengan lingkungan alam dan lingungan sosial yang lebih luas. Analisis pengambilan keputusan tidak terlepas dari konteks dan situasi dimana keputusan itu dibuat dan siapa pelaku pembuat keputusan itu. Dasar dari dibuatnya pengambilan keputusan adalah adanya : Pengalaman-pengalaman, Penilaian, Harapan, Ramalan.

 

Contoh kasus DMP

            Petani diladang pada saat akan mulai menanami tanahnya dengan tanaman pertanian  akan membuat suatu perkiraan tentang apa yang akan ditanami ditanahnya, kesesuaian tanaman dengan musim saat ini, bagaimana kira-kira harga dari tanaman yang akan diperoleh pada saat akan dijual. Dalam hal ini sipetani akan mempertimbangan faktor harga dipasaran apakah sesuai dengan dengan harga produksi yang dia keluarkan pada saat memulai pekerjaannya. Pada saat dia memperkirakan dana yang akan digunakan untuk mulai berproduksi maka dalam diri sipetani pastinya ada suatu harapan yang dia kehendaki, bisa saja sipetani berharap bahwa dia akan memperoleh untung dari hasil pertaniannya, dan untuk apa nantinya uang dari hasil pertanian yang diperoleh dia pergunakan. Dalam hal ini bisa saja sipetani akan mempergunakan uang yang dia peroleh dari hasil pertanian tersebut untuk mendanai sekolah anaknya dengan harapan apabila kelak sianak telah menyelesaikan pendidikannya dan telah memiliki pekerjaan, sianak akan dapat memperbaiki taraf hidup keluarga mereka dari keadaan saat ini.

            Dari materi Teori antropologi II Decision Making Process merupakan materi paling berkesan yang pernah saya terima. Karena dalam membuat keputusan kita tidak terlepas dari ada tidaknya beberapa faktor diatas yang sifatnya sangat berpengaruh terhadap diri dan lingkungan kita sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab     III.

Teori antropologi dan relevansinya terhadap kondisi saat ini

 

            Dengan melihat adanya berbagai macam teori antropologi yang ada saat ini saya merasa bahwasanya ada beberapa teori antropologi yang pada saat ini masih relevan dengan kondisi saat ini. Menurut saya teori yang pada saat ini masih sangat relevan adalah teori tentang difusi kebudayaan, hal ini dapat dilihat dari adanya suatu budaya baru yang timbul dalam masyarakat kita khususnya bagi kalangan pemuda. Sebagai contoh sebut saja kasus gank motor yang ada dibandung Jawa Barat, mungkin sebenarnya ini bukan merupakan gejala yang baru namun demikian hal ini tetap merupakan suatu budaya yang sangat menarik untuk diketahui. Seperti bagaimana budaya ini dapat terjadi, apa karena adanya kekosongan nilai pada kaum muda, karena sifat imitasi, karena pengaruh media massa dan elektronik yang sangat bebas.

            Saya sendiri beranggapan bahwa hal ini timbul karena adanya sikap imitasi (meniru) dari remaja terhadap seseorang, kelompok lain dimana gejala ini telah lama timbul. Sikap ini menjadi suatu alat agar orang tersebut dapat diterima menjadi anggota suatu kelompok yang dalam hal ini gank motor. Media elektronik menjadi alternative timbulnya gejala ini, seperti adanya acara yang menayangkan tindak kekerasan yang tidak disesuaikan dengan jam tayangnya untuk orang yang telah dewasa,  sebut acara disebuah stasion televisi swasta yang menayangkan berbagai tindak kekerasan sebagai inisiasi untuk dapat menjadi anggota suatu kelompok, pada saat orang yang masih dibawah umur menyaksikan acara ini maka mungkin saja dia terpengaruh dengan tayangan yang sedang dia saksikan tersebut sehingga menimbulkan suatu ide untuk  mencoba tayangan tersebut didalam kehidupan nyata tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkannya

            Sebenarnya hal ini dapat saja diatasi, misalnya dengan cara mengatur secara ketat jadwal pemutaran suatu acara televisi yang layak untuk ditonton antara orang yang telah dewasa dengan tayangan untuk yang masih dibawah umur. Atau menghapuskan acara tersebut sekaligus apabila pemilik stasion televisi masih nakal dengan meanayangkan acara yang berbau tindak kekerasan. Cara lain yang dapat diterapkan adalah dengan memperbanyak acara yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, dalam hal ini bukan hanya acara rohani saja karena pada dasarnya masyarakat kita merasa malas dan bosan untuk menyaksikan acara demikian apalagi setelah adanya kenyataan yang tidak sesuai dengan keadaan didalam acara yang dibawakan oleh tokoh yang ada dalam acara rohani tersebut, karena masyarakat kita lebih mudah untuk melihat kesalahan yang diperbuat oleh orang lain daripada kesalahan yang diperbuatnya.

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab IV

Perjalanan menempuh PKL I

 

            Desa Sembahe merupakan desa pertama yang menjadi tempat tujuan tugas PKL I, desa ini dipilih menjadi daerah tujuan PKL I karena didaerah ini kita memiliki bahan kajian tentang daerah pariwisata yang menjadi mata pencaharian utama penduduknya. Dalam  PKL I tiap-tiap mahasiswa diharuskan untuk melakukan wawancara dengan penduduk dan para wisatawan yang datang sesuai dengan judul dan interview guide yang telah dibuat oleh mahasiswa sebelumnya.

            Saat pertama mendatangi daerah ini perasaan pertama yang kita rasakan adalah rasa takut terhadap penduduk setempat, apalagi ini merupakan PKL pertama bagi saya dan mahasiswa lainnya. Untung saja asisten dosen dapat segera mencairkan suasana hingga membuat rasa tegang yang ada dalam diri kita tidak bertahan lama. Saat makan malam selesai kita melakukan briefing tentang apa saja yang akan kita lakukan keesokan harinya dan apa-apa saja yang tidak dapat kita perbuat. Hal ini harus dilakukan mengingat daerahnya yang masih memegang ajaran adat- istiadat sehingga nantinya kita tidak berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan adat masyarakat setempat.

 

Menemui informan                  

            Hal pertama setelah kita turun kelapangan adalah mencari informan untuk mendapatkan informasi sesuai dengan tujuan penelitian kita. Saat menemui informan rasanya bukan hal susah. Hanya saja saat kita akan mulai wawancara perasaan yang dulu ada tiba-tiba berubah saat saya melihat adanya suatu tanda tanya dari informan, hal ini meungkin terjadi karena saat mengajukan pertanyaan yang terlalu menjurus tanpa adanya basa-basi. Melihat hal ini saya mulai berbasa-basi dengan membeli barang dagangan si informan (snack), hal ini cukup mencairkan suasana hingga membuat wawancara kembali lancar. Dengan habisnya snack yang saya beli maka wawancara segera saya akhiri, uh…ternyata membuat rapport yang baik tidak semudah saat menemui orangnya. Informan kedua yang saya temui merupakan informan yang paling susah untuk dikorek informasinya, mungkin karena orang ini berasal dari kota dan tidak terbiasa dengan kehadiran orang asing disekitarnya. Saat saya mengenalkan diri si informan hanya menjawab dengan tidak acuh, yah nggak apa-apa ini soal biasa lagian yang butuh kita. Saat saya megajukan beberapa pertanyaan mengenai mengapa orang ini datang berwisata kedaerah ini dia hanya menjawab dengan beberapa kata saja, yah rasanya nggak mungkin lagi untuk meneruskan wawancara karena jawaban yang diberikan sudah tidak sesuai dan lari dari interview guide yang telah saya buat dan rasanya wawancara sebaiknya diakhiri.

            Rasa itu tiba-tiba saja muncul saat untuk pertama sekali saya berdua denganmu saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, tiba-tiba saja rasa ini muncul dari dalam jiwa yang sebelumnya tidak pernah ada hingga membuatku gerah dan sesak. Aku tidak tahu apakah ini rasa suka, cinta, sayang atau kombinasi dari ketiganya karena tiba-tiba saja aku ingin kamu jadi teman yang selalu ada dan jalani hari berdua. Tapi nggak usah diceritain semuanya yah soalnya ini cuma cinta lokasi, anak- anak yang lain juga ngalamin kok, paling nanti setelah pulang ke Medan kita bubaran lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab V

Penutup

 

Hal menarik dari teori antropologi

            Saat pertama belajar teori antropologi ini  perasaan yang timbul untuk pertama adalah rasa tidak tertarik karena hanya melihat kertas isi dari bukunya saja saya sudah beranggapan bahwasanya materi TA ini sudah sangat membosankan dan memuakkan, apalagi gambarnya yang tidak menarik uh pasti sangat membosankan. Seandainya saja ini bukan merupakan suatu pelajaran wajib pasti saya akan memasukkan mata kuliah ini untuk semester terakhir.

            Ternyata setelah saya jalani dan coba untuk mengerti mengenai arti penting dari belajar teori ini rasa tertarik dan ingin tahu saya mulai tumbuh, hal ini juga turut dipengaruhi oleh tulisan dari para antropolog terkenal yang ada dibuku beserta teorinya dan juga tidak terlepas dari cara dosennya dalam menyampaikan materi perkuliahan yang boleh dibilang sangat baik. Ternyata pada saat penelitian (PKL) manfaat dari teori antropologi ini sangat terasa manfaatnya, misalnya pada saat membuat interview guide dan memulai wawancara dengan para informan dan membuat suatu kategori dari unsur-unsur kebudayaan masyarakat didaerah tersebut

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: